Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aspirasi Run 2025, Lari Gratis Dapat Medali
Advertisement . Scroll to see content

WTO Gugat RI soal Larangan Ekspor Bijih Nikel, Jokowi: Akan Saya Hadapi

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 23:14 WIB
  • author Mochamad Rizky Fauzan
WTO Gugat RI soal Larangan Ekspor Bijih Nikel, Jokowi: Akan Saya Hadapi
Presiden Jokowi menegaskan Indonesia siap menghadapi gugatan Uni Eropa di WTO terkait kebijakan larangan ekspor bijih nikel. (Foto: Istimewa)

Dia pun memerintahkan BUMN dan swasta untuk bekerja sama mengolah timah dan bauksit di dalam negeri. Jika belum ada teknologi yang mumpuni, bisa dikerja samakan dengan pihak lain.

 

"Kalau belum siap ambil partner asing tidak apa-apa, kenapa kita alergi. Tapi pabrik industrinya ada di dalam negeri," tuturnya.

Menurut Jokowi, sudah waktunya Indonesia berbenah dengan menyiapkan hilirisasi dan industrialisasi. Pasalnya, keuntungan hilirisasi lebih besar dibanding hanya ekspor bahan mentah.

 

"Yang tidak berani dilakukan dalam kurun lama sekali yaitu hilirisai, industrialisasi. Sejak zaman VOC, ekspor bahan mentah memang itu paling enak. Batu bara keruk kirim bahan mentah, nikel keruk kirim bahan mentah. Tembaga Freeport keruk kirim bahan mentah," ucapnya.

 

Bertahun-tahun, kata Jokowi, Indonesia menikmati hal tersebut tapi lupa pondasi industrialiasi. Menurutnya, industrialisasi memberikan untung yang jauh lebih besar pada negara.

"Saya beri contoh nikel ekspor bertahun-tahun nilainya 2014 itu 1,1 miliar dolar AS, kira kira Rp15 triliun per tahun. Begitu kita stop 2017, ekspor di 2021 mencapai Rp300 triliun lebih. Dari Rp15 triliun melompat Rp300 triliun dan itu baru satu komoditi," kata dia.

iNewsMadiun

Editor: Arif Handono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut