get app
inews
Aa Text
Read Next : Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RS Soedono Madiun, Jauh dari Ramah dan Pertanyakan Integritas WBBM

Rawat Inap Batal Karena Dokter Cuti, Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RS Soedono Madiun

Jum'at, 04 September 2026 | 08:03 WIB
header img
Rumah Sakir dr. Soedono Madiun. (Foto: iNewsmadiun.id/Dodik).

MADIUN,iNewsMadiun.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedono, Kota Madiun, Jawa Timur, kembali dikeluhkan keluarga pasien. Warga Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun itu mengaku kecewa saat mengantarkan berobat buah hatinya.

‎Pasien seorang anak berinisial IAA (12). Ia menjalani pengobatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit Soedono akibat mengalami luka bakar pada kedua kakinya. IAA dibawa ke rumah sakit, Sabtu (22/8/2026).

‎IAA sempat menjalani rawat inap selama 3 hari di rumah sakit Soedono sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Pihak rumah sakit kemudian memberikan jadwal untuk kontrol, 7 September 2026.

‎Ditengah jadwal kontrol tersebut, kaki pasien dalam kondisi diperban itu tiba-tiba mengeluarkan belatung. Merasa kawatir, IAA kembali dilarikan ke rumah sakit Soedono, Rabu (2/9/2026) sore.

‎ "Dulu setelah dinyatakan boleh pulang itu dikasih tahu kalau jadwal kontrolnya tanggal 7. Sebelum tanggal 7 itu tidak boleh di apa-apakan. La kok tadi mengeluarkan banyak belatung," ujar Yogi Pradana, orang tua pasien.

‎Menurut Yogi, setelah sampai di rumah sakit Soedono, pihak rumah sakit memberitahukan bahwa pasien harus kembali dirawat inap karena besoknya harus mendapatkan perawatan intensif. 

‎Salah satu dari keluarga pasien yang saat itu ikut mengantarkan ke rumah sakit kemudian bergegas kembali pulang untuk mengambil baju ganti pasien, bantal hingga tikar.

‎Selang beberapa saat, pihak rumah sakit kembali menyampaikan bahwa pasien tidak jadi rawat inap dengan alasan dokter spesialis yang menanganinya sedang cuti sampai tanggal 7 nanti. 

‎ "Awalnya tadi disuruh rawat inap karena besok mau dioperasi. setelah ngambil, bantal dan baju ganti tiba-tiba ada pemberitahuan kalau disuruh pulang dengan alasan dokternya sedang cuti," keluhnya.

‎Yogi menjelaskan bahwa meskipun tidak jadi dioperasi, anak pertamanya itu sudah mendapat tindakan medis dari pihak IGD. Belatung yang ada di luka kaki anaknya sudah dibersihkan lalu diganti perban baru. 

‎ "Tadi dibersihkan dan diganti perban, tapi tidak bisa pakai BPJS. Bayar Rp 1.250.000," jelasnya.

‎Menanggapi keluhan keluarga pasien itu, Direktur RSUD Soedono dr. Ananda Haris, menyatakan bahwa pasien yang sempat disarankan rawat inap kemudian disuruh pulang itu hanya miskomunikasi antarpetugas.

‎ "Untuk pasien yang awalnya disarankan rawat inap dan kemudian diperbolehkan pulang, karna ada miskomunikasi antarpetugas," ujar dr. Ananda, saat dikonfirmasi iNews.id, Kamis (3/9/2026).

‎Menurut dr. Ananda, pihak rumah sakit sudah datang langsung ke rumah pasien untuk menjelaskan ke keluarga adanya miskomunikasi antar petugas IGD tersebut.

‎ "Sudah kami jelaskan ke keluarga, dan alhamdulillah keluarga mengerti dan menerima," jelasnya.

‎Terkait belatung yang keluar dari kaki pasien tersebut, petugas medis rumah sakit Soedono menjelaskan bahwa itu adalah larva lalat. 

‎Adanya larva lalat pada luka pasien itu disebabkan banyak faktor, bisa dari lalat yang hinggap di luka pasien serta kondisi kebersihan tempat pasien saat dirumah.

‎Sementara untuk biaya yang tidak bisa ditanggung BPJS, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa luka yang dialami pasien masuk kategori luka ringan sehingga tidak bisa diklaim menggunakan BPJS. Sehingga harus bayar pribadi.




Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut