get app
inews
Aa Text
Read Next : Bantah Tahan Ijazah Eks Karyawan, HRD Pabrik Plastik di Madiun Berdalih Bentuk Komitmen

Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RS Soedono Madiun, Jauh dari Ramah dan Pertanyakan Integritas WBBM

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:12 WIB
header img
Layanan dikeluhkan, RS Soedono dengan komitmen pembangunan zoan integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang menjadi rujukan studi banding RS lain. Foto: akun IG rssoedono

MADIUN,iNewsMadiun.id - Keluarga pasien mengeluhkan pelayanan yang dilakukan oknum perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedono, Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026) malam.

‎Keluarta pasien berinisial Yy, Warga Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun itu kecewa karena tidak mendapatkan pelayanan yang ramah saat di ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit milik Pemprov Jatim tersebut.

‎Suami pasien, Arif mengaku kesal. Pasalnya, kedatangannya untuk mengantarkan istrinya berobat itu justru disambut dengan bahasa yang cetus oleh salah satu oknum perawat.

‎"Kami selaku masyarakat itu kecewa dengan pelayanan IGD RS Sudono. Mbok ya perawatnya diajari sapa yang ramah dengan pasien dan pengantarnya," ujar Arif, dengan nada kesal, Minggu (7/6/2026).

‎Menurut Arif, oknum perawat itu awalnya menanyakan identitas istrinya dan sudah dijawab namun ia tidak mendengar dengan jelas. Kemudian Ia menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) istrinya. Dengan nada yang kurang ramah, Arif kemudian diarahkan untuk lebih dulu mendaftar di loket pendaftaran. 

‎"Tapi cara nyuruhnya itu kok kurang etis intonasinya, kurang ramah lah. Seolah olah kita itu berobat itu gratis, padahal bayar pakai uang, bukan pakai daun," jelasnya.

‎Selesai melakukan pendaftaran, pasien kemudian dipindah kedalam ruang IGD dan langsung diperiksa oleh Dokter. Saat itu, dokter menyampaikan akan segera diberikan suntikan. 

‎Setelah ditunggu lama tidak segera ada tindakan, Arif berinisiatif untuk bertanya dan kembali bertemu oknum perawat yang sebelumnya melayani saat datang. Arif kembali mendapat jawaban yang kurang ramah.

‎"Pas bertanya dia jawabnya enteng disuruh nunggu karena pasien banyak, karena dokternya masih periksa yang lain. Tapi sekali lagi tidak ramah seperti yang selama ini menjadi jargon mereka yaitu senyum sapa ramah," imbuhnya.

‎Arif menduga, pihak RSUP Soedono menganggap setiap pasien yang datang itu adalah orang - orang yang sangat membutuhkan mereka. Sehingga, pelayanan yang diberikan bisa seenaknya sendiri.

‎"Mungkin mereka anggap pasien itu orang yang butuh mereka, sehingga sikapnya seperti itu. Semoga mereka tidak lupa dengan sumpah janjinya," tambahnya.

Selain itu keluarga pasien juga pertanyakan wujud komitmen RS Sudono dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang selama ini digaungkan pihak RS rujukan di Jatim bagian barat itu.

"Katanya berkomitmen menuju Zona integritas WBBM, mana wujud melayaninya itu? Jangan-jangan melayani dengan baik hanya ketika ada sidak atau kunjungan dari pimpinan atau lembaga lain," tutupnya.  

‎Sementara itu, Humas RSUD dr. Soedono Madiun, Denik Sujar menyatakan bahwa keluhan pasien tersebut saat ini sedang ditelusuri ke pihak IGD. 

‎ ''Saat ini sedang kami lakukan telusur ke IGD Pak," ujar Denik, Minggu (7/6/2026).

Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut