get app
inews
Aa Text
Read Next : BPK Temukan Kelebihan Bayar Hampir Setengah Miliar Pada Proyek Pembangunan Sirkuit di Magetan

Petani Magetan Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi saat Musim Pemupukan ke-2

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:31 WIB
header img
Dimyati, salah seorang petani di Magetan yang mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi untuk tanaman jagung dan padi miliknya. Foto: istimewa.

MAGETAN,iNewsMadiun.id — Kelangkaan pupuk subsidi kembali menghantui para petani di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tepat di musim krusial pemupukan kedua tanaman jagung dan sebagian kecil padi pada Musim Tanam (MT) 3, tahun 2026, para petani justru kesulitan mendapatkan pasokan pupuk yang sangat dibutuhkan.
‎ 
‎Dimyati, seorang petani dari Desa Banjar Panjang, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, menceritakan betapa sulitnya ia berkeliling mencari pupuk subsidi sejak pagi hari.
‎ 
‎"Saya tadi terpaksa harus nyari pupuk ke ibu kota kecamatan Ngariboyo, di beberapa kios pupuk nggak ada. Kalaupun ada di kios pupuk itu, pupuk subsidi jatahnya desa setempat, bukan untuk kelompok tani desa lain," ujar Dimyati, Kamis (27/8/2026).
‎ 
‎Kendala yang dirasakan Dimyati bukan hanya soal stok yang kosong. Di sejumlah kios resmi yang justru memiliki barang, petani dari luar wilayah kelompok tani setempat dilarang membeli. Padahal di kelompok tani wilayahnya sendiri, stok pupuk sudah habis terdistribusi.
‎ 
‎"Saya juga heran, ini kios ini maunya apa. Papan kios ada barang, dibeli kok ndak boleh? Padahal kan stok pupuk di kelompok tani sudah habis, sudah terambil semua," keluhnya dengan nada kecewa.
‎ 
‎Hingga berita ini diturunkan, Dimyati belum berhasil mendapatkan pupuk yang dibutuhkannya. Ia terpaksa berencana mencari hingga ke kecamatan lain, bahkan kabupaten lain, dan kemungkinan besar harus membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal.

Sebagai petani Dimyati berharap hal ini juga diketahui Menteri Pertanian. Tujuannya tidak lain agar segera ada solusi bagi para petani. Termasuk kemungkinan memberantas jika masih ada mafia pupuk.
‎ 
‎"Sampai detik ini saya belum bisa dapat pupuk. Mungkin nanti harus nyari ke kecamatan lain, kios pupuk subsidi maupun non subsidi. Kalau ada ya terpaksa kita nyari pupuk non subsidi. Inientan Amran harus tahu. Jangan-jangan ini kerjaan mafia untuk sabotase program pemerintah yang lagi konsentrasi ke ketahanan pangan yang pro petani,"  tambahnya.
‎ 
‎Para petani di wilayah Kecamatan Ngariboyo dan sekitarnya berharap pemerintah segera mengatasi persoalan distribusi pupuk subsidi agar tidak terlambat melakukan pemupukan kedua, yang dikhawatirkan akan berdampak langsung pada penurunan hasil panen nantinya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Ir.Uswatul Chasanah, menyatakan bahwa pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) 3, tahun 2026 ini memang belum didistribusikan ke para petani.

‎ "MT 3 memang belum. Ini saja yang MT 2 masih ada beberapa yang belum selesai didistribusikan," ujar Ana, Kamis (27/8/2026).

‎Menurut Ana, pupuk bersubsidi untuk MT 3 tahun ini baru mulai didistribusikan kepada para petani pada bulan September nanti. Ana menjamin semua petani yang terdaftar di e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) akan mendapatkan pupuk bersubsidi.

‎ "Jadi gini, petani-petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi itu adalah petani yang terdaftar di sistem e-RDKK," tutupnya.

Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut