get app
inews
Aa Text
Read Next : MAKI Jatim: 7 Kuitansi Ijon Pokir DPRD Magetan Penuhi Syarat Bukti Hukum Dugaan Korupsi

Niat Tambah Penghasilan Lebaran, Pekerja Proyek KDMP Alami Kecelakaan Kerja

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:41 WIB
header img
Kondisi jari tangan korban yang alami kecelakaan kerja dan masih menjalani perawatan di RS. (Foto: Istimewa).

MAGETAN,iNewsMadiun.id - Harapan meraup tambahan uang untuk Lebaran berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang buruh serabutan. Suratni (39), pekerja proyek pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, mengalami kecelakaan kerja parah hingga jarinya remuk dan berisiko cacat permanen.

Kecelakaan itu terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, saat Suratni sedang mengoperasikan mesin molen (pengaduk semen) di lokasi proyek. Tangan kanannya terjepit mekanisme mesin, menyebabkan tulang jari remuk berat.

Korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk penanganan medis intensif. Dokter menyatakan kondisi jarinya mengalami kerusakan serius yang berpotensi menyebabkan cacat permanen, mengancam kemampuan kerjanya di masa depan.

"Saya hanya ingin tambah penghasilan buat persiapan Lebaran. Baru dua hari kerja di proyek ini, sudah begini nasibnya,” tutur Suratni dengan suara lirih saat ditemui di rumah sakit, Kamis (19/2/2026).

Sebagai buruh serabutan tanpa lahan pertanian sendiri, Suratni biasa mengambil pekerjaan apa saja demi membantu orang tuanya. “Bertani tidak punya sawah, jadi ya ikut proyek, buruh bangunan, apa saja yang ada upahnya. Sekarang malah khawatir biaya pengobatan siapa yang tanggung,” keluhnya.

Ironisnya, kecelakaan terjadi karena minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Suratni mengaku hanya memakai sepatu keselamatan. Sarung tangan, helm, maupun rompi safety tidak digunakan, dengan alasan pekerjaan masih tahap pembuatan pondasi.

“Pakai sepatu saja sudah, yang lain belum ada. Soalnya masih fondasi, katanya nanti baru lengkap,” tambahnya.

Insiden ini menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keselamatan kerja di sektor konstruksi informal.

Sementara itu pihak proyek maupun pemerintah desa setempat belum memberikan keterangan resmi terkait tanggung jawab biaya pengobatan dan santunan. Suratni kini hanya bisa berharap pulih secepatnya, meski kenyataan medis menunjukkan proses pemulihan yang panjang dan berat.
 

Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut