Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Siapa Personel BLACKPINK Paling Tomboi? Penggemar: Lisa Jawabannya
Advertisement . Scroll to see content

Hindari Krisis Pangan, Anggota DPRD Jatim Subianto Minta Alokasi Pupuk di Jatim Tak Dikurangi 

Minggu, 16 Oktober 2022 | 22:39 WIB
  • author Edi Pur
Hindari Krisis Pangan, Anggota DPRD Jatim Subianto Minta Alokasi Pupuk di Jatim Tak Dikurangi 
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Subianto reses di KUD Subur, Kabupaten Kediri, Sabtu (15/10/2022)

KEDIRI, iNewsMadiun.id - Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Subianto meminta alokasi pupuk untuk Jatim tidak dikurangi. Alasannya, Jatim merupakan lumbung dan penyangga pangan nasional. 

Respons tersebut disampaikan Subianto menyusul pengurangan pupuk subsidi di Indonesia. Berdasarkan data di Kementerian Pertanian, pada awal tahun 2021, volume pupuk bersubsini dialokasikan sebanyak 7,2 juta ton dengan total anggaran sebesar Rp25,2 triliun. Alokasi tersebut berkurang Rp4,6 triliun dari anggaran di 2020. 

Imbasnya, kuota pupuk di Jatim pun berkurang. Hal inilah yang mengundang keprihatinan Subianto. Apalagi, Jatim merupakan lumbung pangan nasional. "Beberapa waktu lalu Presiden berpidato, bahwa Indonesia menghadapi krisis pangan. Tapi ironisnya, subsidi pupuk malah dikurangi. Harusnya malah didorong agar produktivitas meningkat," kata Subianto saat reses di KUD Subur, Kabupaten Kediri, Sabtu (15/10/2022). 

Kerena itu mewakili petani Jatim, dia meminta agar alokasi pupuk di Jatim tidak dikurangi. Bila perlu ditambahi, sebab, Jatim merupakan lumbung pangan nasional. Apalagi, sejak Juli lalu, pupuk ZA dan SP-36 sudah dihentikan. Padahal, struktur tanah di tiap-tiap daerah itu tidak sama. "Sama-sama kandungan N (nitrogen), ZA itu N sebanyak 21 persen tapi ada belerangnya. Sedangkan urea 46 persen. Itu kalau diberikan di tanah berpasir itu nggak ada efeknya," tuturnya. 

Editor: Arif Handono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut