Tagihan Air Membengkak, Warga Laporkan PDAM Madiun ke Polisi

Dodik
Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun Imansyah Novianto sempat dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Madiun atas aduan warga yang tagihan air PDAM yang membengkak. Foto: dok.inewsmadiun.id/Dodik.

MADIUN,iNewsMadiun.id - Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto serta Direktur Teknis (Dirtek) Ira Angrainy dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Madiun.

‎Kanit Pidsus Satreskrim Polres Madiun, Ipda Satria menyatakan bahwa permintaan keterangan pentolan Perumda PDAM itu terkait pengaduan pelanggan berinisial JK warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu. Pelanggan tersebut mengeluhkan tagihan airnya membengkak hingga Rp 500 ribu lebih.

‎ "Terkait tagihan, dan itu peristiwa lama. Yang tagihannya itu (satu bulan) seratus sekian jadi Lima Ratus lebih. Ternyata itukan akumulasi 3 bulan," ujar Satria, Jumat (26/6/2026).

‎Menurut Satria, permasalahan tersebut saat ini sudah selesai dan kedua belah pihak sudah saling memahami. Pihak PDAM pun sudah mengganti meter air milik pelanggan tersebut dengan yang baru. Sementara pihak yang sudah dimintai keterangan ada 4 orang.

‎ "(yang dimintai keterangan) ada petugas baca meter air, kepala unit, Dirut dan Dirtek, karena saling melempar. Tapi secara garis besarnya sudah saling memahami," tutupnya.

‎Dari informasi yang diterima iNews.id, peristiwa yang sama juga dikeluhkan Binti, warga Kecamatan Dolopo. Warga yang setiap hari berjualan kopi itu kaget tagihan airnya mencapai Rp 499 ribu. Tagihan yang hampir Rp 500 ribu itu menurut Binti, sesuatu yang tidak wajar.

‎ "Biasanya bayarnya Rp 70 dan bulan ini Rp 185 ribu. Untuk bulan depan saya sudah dikasih tahu petugasnya kalau tagihan air saya Rp 499 ribu. Saya kan kaget to mas," ujar Binti, saat dikonfirmasi iNews.id, Jumat (26/6/2026).

‎Menurut Binti, petugas PDAM saat itu menyampaikan bahwa tagihan air yang mencapai Rp 499 itu disebabkan adanya kebocoran di sambungan pipa. Sehingga, volume air yang dipakai mencapai 135 meter kubik.

‎ "Ini dulu memang bocor tapi langsung saya cari orang untuk memperbaiki. Tetapi, saat petugas PDAM mengecek, la kok malah paralon yang di lem itu dipukul-pukul pakai kayu dan lemnya didedel (dilepas). Setelah didedel airnya keluar bukan diperbaiki malah ditinggal," jelasnya.

‎Dengan nada marah, Binti kemudian menghubungi pihak PDAM unit Dolopo agar memperbaiki pipa yang sebelumnya di rusak tersebut. Meskipun akhirnya diperbaiki, kata Binti, petugas PDAM yang datang tidak dengan nada ramah.

‎ "Kayunya yang buat pukul itu masih ada dipojokan kamar mandi saya itu," keluhnya.

‎Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto hanya menanggapi terkait keluhan warga Dolopo tersebut. 

‎ "Dolopo, ok coba nanti saya konfirmasi," ujarnya.



Editor : Arif Wahyu Efendi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network