MADIUN,iNesMadiun.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengalami gangguan setelah beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional sementara.
Pasalnya, dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum diterima oleh pengelola dapur. Imbas belum cairnya dana operasional dari pemerintah pusat itu, Dua pengelola SPPG memilih untuk tutup sementara.
Kondisi tersebut berdampak pada terhentinya sementara distribusi makanan bergizi untuk para penerima manfaat yang berada dalam cakupan layanan dua SPPG tersebut. Sehingga sejumlah murid sekolah penerima program MBG terpaksa gigit jari.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Madiun, Ahmad Ayub Kurnianto menyampaikan, dua dapur SPPG yang mulai hari ini berhenti operasional sementara itu diantaranya, SPPG di Desa Pacinan, Kecamatan Balerejo dan SPPG di Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun.
"Sementara dua saja yang berhenti operasional sementara, SPPG di Desa Pacinan, Kecamatan Balerejo dan di Desa Tiron," ujar Ayub, saat dikonfirmasi iNews.id, Kamis (11/6/2026).
Ayub, menyebut, belum cairnya dana operasional dua dapur SPPG tersebut bukan disebabkan dari pusat, tetapi keterlambatan laporan keuangan atau pelaporan yang tidak lengkap dari pihak pengelola SPPG. Sehingga, sistem akan menunda pencairan dana tahap berikutnya secara otomatis hingga verifikasi administrasi selesai.
"Kemarin itu memang itu ada keterlambatan seluruh indonesia tapi, hari Senin kemarin sudah cair. Ada beberapa SPPG telat pelaporan. Jadi kendalanya bukan dari pusat, hanya adminitrasi saja," jelasnya.
Ayub menyampaikan, dana operasional untuk dua SPPG tersebut kemungkinan akan cair hari Jumat besok. Sehingga program makan bergizi akan kembali diterima oleh penerima manfaat pada hari Senin depan.
"Jumat besok sudah ada pencairan. Mungkin hari Senin sudah beroperasi lagi," tutupnya.
Editor : Arif Wahyu Efendi
Artikel Terkait
