Warga Tuding Proyek Cor Jalan di Madiun yang Ditemukan Retak Dikerjakan Asal-Asalan
MADIUN,iNewsMadiun.id - Retakan pada beton proyek rekontruksi jalan ruas Blabakan - Randu Alas yang ditemukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuptan Madiun saat sidak hari, Kamis (22/10/2020) kemarin diduga dikerjakan asal - asalan.
Sejak dimulai, pengerjaan proyek rekonstruksi yang menggunakan APBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp1.734.190.730 Milar itu sudah dikeluhkan masyarakat.
"Itu awal ngecor sudah ngawur. Cor beton sudah dituang tapi besinya belum dipasang," ujar Heri Purnomo, salah satu warga Caruban, saat dikonfirmasi iNews.id, Jumat (23/10/2026).
Menurut Heri, selain besi yang belum dipasang, material cor yang digunakan saat itu juga tidak seperti pada umumnya. Sebelum diratakan, cor tersebut sudah tampak mengeras, sehingga maklum jika DPRD menemukan banyak retakan.
"Saya ada vidionya saat jalan itu mulai di cor. Sebelum diratakan cor nya itu sudah mengeras. Kalau ditemukan retak ya wajar, la ngecornya aja gak benar," tambahnya.
Heri meminta Pemkab Madiun lebih teliti lagi dalam melakukan pengawasan rekonstruksi jalan ruas Blabakan - Randu Alas yang ditetapkan menjadi Proyek Strategis Daerah (PSD) tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabuptan Madiun, Astutik Dyah Ningsih menyatakan bahwa pengecoran awal rekonstruksi jalan ruas Blabakan - Randualas terjadi miskomunikasi antara pelaksana dengan pihak Batching Plant.
"Itu kemarin terjadi miskomunikasi. Awalnya itu pesan satu truk mixer tetapi yang dikirim 4 truk mixer. Sementara lokasi yang siap di cor baru untuk satu truk mixer," ujar Astutik, yang dikonfirmasi iNews.id, Jumat (23/10/2026).
Menurut Astutik, karena lokasi yang akan di cor itu belum siap, membuat para pekerja gelagapan untuk mempersiapkan lokasinya. Beberapa diantaranya pemasangan besi wiremesh dan plastik untuk pembatas cor dengan tanah.
"Kalau dibilang asal - asalan sebenarnya gak lah. Karena disana itu sinyalnya juga susah. Mau mendatang kan satu terus yang datang 4 truk mixer, jadi kan yang dilokasi kendadapan (gelagapan) gitu lo," jelasnya.
Astutik menyebut, meskipun terburu-buru, retakan pada cor yang ditemukan DPRD saat sidak itu bukan karena persiapan yang kurang maksimal tersebut. Tetapi karena faktor cuaca yang panas.
"Insyaallah aman. Nanti kita lihat hasil ujinya seperti apa. Kalau saya langsung suruh bongkar saya tidak punya dasar. Nanti kita salah," tutupnya.
Editor: Arif Wahyu Efendi