Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Dugaan Penggelapan PBB di Madiun Capai 90 Orang, APH Turun Tangan?
Advertisement . Scroll to see content

Masif Warga Pilah Sampah dari Rumah, Tiap RT di Kota Madiun Digelontor Rp 10 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:33 WIB
  • author Dodik
Masif Warga Pilah Sampah dari Rumah, Tiap RT di Kota Madiun Digelontor Rp 10 Juta
Warga RT 02 Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun menjual hasil pilah sampah anorganik ke pengepul yang datang setiap pekan. Foto: istimewa.

MADIUN,iNewsMadiun.id - Gerakan pilah sampah dari rumah di Kota Madiun kini masif dilakukan warga. Kesadaran itu tumbuh setelah adanya imbauan darurat karena Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo sudah penuh dan overload.

Warga secara bersama-sama mulai sadar untuk memilah sampah langsung dari rumah. Gerakan ini kemudian mendapat dukungan penuh dan arahan dari Pemkot Madiun untuk dilakukan secara serentak se-Kota Madiun.

Untuk menggerakkan kesadaran itu, Pemkot menggelontorkan anggaran Rp 10 juta untuk setiap RT. Dasarnya adalah Peraturan Wali Kota Madiun Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perwali Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026. Sesuai petunjuk pelaksanaan dan teknis, warga melalui kelompok masyarakat di setiap RT itu sendiri yang merencanakan penggunaan anggaran tersebut. 

Diantaranya untuk pembuatan Biopori, Lubang Sampah Organik (LSO), Lobang Sisa Dapur (LOSIDA), serta pengadaan ember tumpuk, tempat pemilah sampah plastik, enzim pengurai sampah dan lain sebagainya.


Lubang Sampah Organik (LSO) yang digunakan warga RT 02, Kelurahan Nambangan Kidul, Madiun untuk mengolah sampah organik hingga menjadi kompos. Foto:inewsmadiun.id/Dodik

Menurut Dhinda Ayu Puspita, warga di lingkungannya di kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun sudah mulai membuat sarana pilah sampah mandiri sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) masing-masing RT.

"Di lingkungan kami sudah masif kesadaran itu. Khusus untuk kelompok masyarakat RT 02, kami membuat LSO untuk sampah organik dan juga akan kami buatkan tempat untuk pilah sampah anorganik seperti plastik dan juga bahan residu," ungkap anggota pokmas RT 02 tersebut, Rabu (14/10/2026). 

Dhinda Ayu menambahkan, skenarionya pengelolaan sampah organik di lingkungannya adalah dengan mengolah sampah organik dari setiap rumah warga di LSO sehingga nantinya menjadi kompos. Sedangkan sampah plastik/anorganik dipilah dan dijual melalui bank sampah setiap pekan. 

"Jadi pemilahan itu dimulai dari tiap rumah warga. Sehingga butuh kesadaran tinggi. Sampah organik dimasukan di LSO untuk kemudian mendapat perlakuan khusus hingga me jadi sampah. Sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kardua dan semacamnya akan dijual melalui bank sampah setiap pekan. Untuk sampah residu akan tetap diambil oleh petugas sampah dihari tertentu," jelas Ayu panjang lebar.

TPA Winongo seluas 6,4 hektare sendiri sudah overload sejak 2022. Produksi sampah Kota Madiun mencapai 120 ton per hari, tumpukan di 7 zona sudah setinggi 20-23 meter dan menimbun jalan akses antar zona.

Sementara itu Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah warga dalam mengelola sampah secara mandiri. Pihaknya  meminta RT tidak takut mengeksekusi anggaran.

"Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat RT. Alhamdulillah kesadaran masyarakat cukup tinggi. Warga nampaknya memahami bahwa TPA Winongo seluas 6,4 hektare sudah overload. Apalagi produksi sampah Kota Madiun mencapai 120 ton per hari," ungkap Bagus Panuntun saat memberikan arahan dalam sosialisasi anti korupsi pengelolaan sampah bersama Ratusan Ketua RT di Kecamatan Manguharjo.

Dalam kesempatan itu, Bagus meminta para Ketua RT tidak ragu konsultasi dengan lurah, camat maupun Dinas Lingkungan Hidup dalam mengelola sampah lingkungan secara mandiri dengan benar dan baik. Termasuk tidak ragu mengeksekusi anggaran Rp 10 juta untuk mendukung kegiatan tersebut.

"Kita yakin akan dipertanggungjawabkan oleh warga dengan baik dan warga tidak akan mungkin tidak melaksanakan atau menyimpangkan anggaran itu. Prinsipnya kami berterimakasih kepada warga Kota Madiun yang telah bersedia bersama-sama dengan kesadaran tinggi membantu menyelesaikan permasalahan sampah ini bareng-bareng," jelasnya.

Editor: Arif Wahyu Efendi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut