Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi di Magetan Dilaporkan ke Kortastidpikor Mabes Polri
Advertisement . Scroll to see content

Advokat Pelapor Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi di Magetan ke Kortastipidkor Jadi Ketua GP Anshor

Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:12 WIB
  • author Dodik
Advokat Pelapor Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi di Magetan ke Kortastipidkor Jadi Ketua GP Anshor
Zainal Faizin (berkacamata) terpilih menjadi Ketua GP Anshor Magetan periode 2026-2031 dalam Konfercab yang berlangsung Minggu (11/10/2026). Foto: istimewa

MAGETAN,iNewsMadiun.id –Advokat yang mendampingi petani asal Magetan dalam melaporkan dugaan kasus korupsi penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) ke Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Mabes Polri beberapa waktu lalu, terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Magetan.

Advokat tersebut adalah Zainal Faizin, SH, MH. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC GP Ansor Magetan periode 2026–2031 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX di Pondok Pesantren Al Mawarid, PPTQ Nurul Falah, Kecamatan Poncol, Minggu (11/10/2026).

Zainal menggantikan Habib Mustofa setelah seluruh peserta konfercab menyepakati kepemimpinannya tanpa pemungutan suara. Konfercab tersebut dihadiri pengurus Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah GP Ansor, serta Bupati Magetan Nanik Sumantri.

Sosok Zainal Faizin dikenal sebagai advokat yang kerap mendampingi wong cilik, khususnya petani. Ia menjadi kuasa hukum dan pendamping petani asal Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo, Dimyati, yang melaporkan dugaan penjualan pupuk subsidi melebihi HET ke Polres Magetan pada 29 Agustus 2026 lalu.

Dalam laporan tersebut, pupuk subsidi jenis Urea yang HET-nya Rp90.000 per sak isi 50 kg dijual Rp115.000, dan Phonska yang HET-nya Rp92.000 dijual Rp120.000. Berdasarkan data kebutuhan pupuk bersubsidi Kabupaten Magetan tahun 2026 yang mencapai 51.883 ton, potensi kerugian petani dan negara ditaksir mencapai Rp24,8 miliar per tahun. Kasus tersebut kemudian dilaporkan berlanjut ke Kortas Tipikor Mabes Polri.

Usai terpilih, Zainal mengatakan akan melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun sebelumnya.

"Sistemnya sudah berjalan, tinggal kita rapikan konsolidasi dan kolaborasinya, termasuk koordinasi dengan sahabat-sahabat Ansor, serta membangun sinergitas dengan semua elemen bangsa dan pemerintah daerah," ujar Zainal.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap Program Strategis Nasional (PSN) ketahanan pangan. Untuk itu upaya mendukung program Presiden akan diwujudkan di lapangan. Termasuk misalnya pengawasan distribusi dan pemanfaatan barang subsidi, seperti pupuk, elpiji dan BBM.

"Ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan masyarakat Kabupaten Magetan. Kita dukung program Strategis Nasional Presiden Prabowo, dengan mengawasi barang subsidi seperti pupuk agar tepat sasaran dan manfaat," tegasnya.

Editor: Arif Wahyu Efendi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut