Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kena Tilang Polisi, Seorang Wanita di Madiun Mengeluh Diminta Bayar Rp250 Ribu
Advertisement . Scroll to see content

Polres Madiun Selidiki Dugaan Ketidaksesuaian Berat Pupuk Subsidi Petroganik yang Dilaporkan Warga

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21 WIB
  • author Dodik
Polres Madiun Selidiki Dugaan Ketidaksesuaian Berat Pupuk Subsidi Petroganik yang Dilaporkan Warga
Pelapor kasus dugaan ketidaksesuaian berat pupuk subsidi petroganik saat keluar dari ruang Satreskrim Polres Madiun, Senin (12/10/2026). Foto: istimewa

MADIUN,iNewsMadiun.id - Laporan dugaan ketidaksesuaian berat bersih pupuk bersubsidi jenis Petroganik memasuki babak baru. Penyidik Satreskrim Polres Madiun telah melakukan penyelidikan awal.
‎
‎Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dugaan ketidaksesuaian berat aktual pupuk bersubsidi jenis Petroganik dengan yang tertera di kemasan itu sudah diterima oleh pelapor. 
‎
‎ "Terkait laporan kami kemarin, pihak polres sudah memberikan respon positif. Kami sudah diberikan SP2HP," ujar Muhammad Yahya Alfiansyah, salah satu pelapor saat dikonfirmasi iNews.id, Senin (12/10/2026).
‎
‎Menurut Yahya, tahapan berikutnya yakni, permintaan keterangan pelapor. Pihaknya saat ini masih nunggu surat panggilan dari penyidik Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) polres Madiun. 
‎
‎ "Ini tinggal nunggu jadwal Lidik nya. Mungkin setelah ini ada panggilan BAP ke polres," jelas Yahya.
‎
‎Sementara itu, Arista Hidayatul Rahmansyah yang juga pelapor dugaan ketidaksesuaian berat bersih pupuk bersubsidi jenis Petroganik itu menegaskan bahwa, untuk mendukung laporannya itu, semua alat bukti dan barang bukti sudah disiapkan.
‎
‎ "Kami pelapor dengan Background pengacara secara alat bukti dan barang bukti sudah siap. Kami juga sudah siap menjelaskan dihadapan penyidik," tegas Arista.
‎
‎Sebelumnya diberitakan, Pelapor yang merupakan advokat di Kantor Hukum Dharma Sadara, melaporkan dugaan ketidaksesuaian berat pupuk bersubsidi jenis Petroganik yang dijual ke petani tidak sesuai dengan yang tercantum dalam kemasan, Jumat (2/10/2026).
‎
‎Salah satu pelapor menyampaikan bahwa, laporan dugaan ketidaksesuaian berat pupuk bersubsidi jenis Petroganik tersebut berawal dari keluhan beberapa petani yang ada di Desa Dolopo dan Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo.
‎
‎Berdasarkan keluhan tersebut, kemudian dilakukan pengecekan dan ditemukan beberapa karung pupuk dari dua kelompok tani yang berbeda beratnya kurang dari yang tercantum pada kemasan.
‎
‎Dari 5 karung pupuk bersubsidi jenis Petroganik yang dijadikan sampel, perbedaan berat aktual dengan yang tercantum pada kemasan rata - rata 2,5 kg Sampai 4,5 kg. 
‎
‎"Hasil tersebut menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara berat bersih yang tercantum pada kemasan dengan berat aktual produk atau berat hasil penimbangan," ujar Yahya, salah satu pelapor yang ditemui usai membuat laporan, Jumat (2/10/2026).
‎
‎Yahya menyebut, kondisi tersebut dapat merugikan pemerintah dan juga petani. Pasalnya, pupuk petroganik merupakan salah satu pupuk yang disubsidi oleh pemerintah dengan menggunakan APBN. Dengan tujuan menjaga daya beli petani, menekan biaya produksi, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
‎
‎"Mengingat objek tersebut diduga merupakan pupuk bersubsidi, maka persoalan tersebut menurut kami patut mendapatkan perhatian dan pemeriksaan karena menyangkut hak dan kepentingan petani sebagai penerima manfaat," jelas Yahya.
‎
‎Yahya berharap aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan awal terhadap laporan dugaan ketidaksesuaian berat pupuk Petroganik yang terjadi di wilayah kecamatan Dolopo tersebut. 
‎
‎"Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum atau tindak pidana, kami memohon agar diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
‎
‎
‎
‎

Editor: Arif Wahyu Efendi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut