Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Bus Pariwisata Masuk Jurang di Sarangan, Seharusnya Bus Belok Kiri tapi Berjalan Lurus
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Kaum Hitler di Telaga Sarangan, Kehidupan Sepotong Surga di Kaki Gunung Lawu

Sabtu, 24 Desember 2022 | 10:40 WIB
  • author Solichan Arif/Sindonews.com
Jejak Kaum Hitler di Telaga Sarangan, Kehidupan Sepotong Surga di Kaki Gunung Lawu
Telaga Sarangan Magetan, Jawa Timur pada masa pra kemerdekaan menjadi surga bagi orang-orang Jerman di Indonesia. Foto/SINDOnews/Puguh Hariyanto

Mereka tidak diwajibkan pulang ke Tanah Air, karena Eropa dalam situasi gawat. Nyaris setiap hari Sekutu melakukan serangan udara di Jerman yang itu membuat anak-anak Jerman di wilayah perkotaan diungsikan ke pedesaan. Namun kenyamanan hidup di Sarangan Magetan bak menikmati surga dunia berakhir juga.

Setelah sebuah pesawat Sekutu terbang melintas di Sarangan, komandan militer Jepang memerintahkan semua rumah dikosongkan. Jendela-jendela rumah mulai dipasang korden dan pada malam hari pemakaian lampu dibatasi. Pada awal bulan Mei 1945, kabar buruk itu tiba di telinga orang Jerman di Sarangan, Magetan.

Beredar kabar Adolf Hitler tewas dan Jerman telah kalah. Dan kabar itu telah terkonfirmasi. Para ibu-ibu Jerman beserta anak-anak mereka dan kaum pria mendadak tidak bersemangat lagi. Mereka sedih, kecewa, bercampur marah. Bayangan lenyapnya kehidupan surgawi di Telaga Sarangan, Magetan terlihat di ujung mata. “Hitler mati? Idola yang kami percayai secara membabi buta itu mati? Lalu apa yang terjadi sekarang dengan kami?,” kata Hardy Zollner bekas murid Sarangan Magetan. 


Sumber https://daerah.sindonews.com/read/977941/704/kisah-telaga-sarangan-magetan-jadi-surga-dunia-orang-orang-jerman-1671847937?showpage=all
 

Editor: Arif Handono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut