Melihat Reka Ulang Pembunuhan Anak dan Cucu, Ibu Kandung Dini: Perasaan Saya Hancur

Dodik
Suharti, Ibu Kandung Dini Hardianti sekaligus nenek anak AGF, sangat terpukul saat melihat Reka ulang pembunuhan yang menimpa anak dan cucunya di Kota Madiun, Selasa (27/10/2026). Foto: inewsmadiun/Dodik

MADIUN,iNewsMadiun.id - Suharti, ibu kandung Dini Hardianti sekaligus nenek dari AGF, korban pembunuhan biadab di Kota Madiun, ikut menyaksikan reka ulang adegan peristiwa yang merenggut nyawa orang terkasih dalam hidupnya. Ditemani anggota keluarga lain, Suharti mengaku perasaannya hancur karena tidak mengira anak dan cucunya dibunuh dengan cara keji.

‎ "Perasaan saya hancur - sehancurnya. Saya gak menyangka sama sekali," ujar Suharti, saat diwawancara jurnalis iNews.id, di lokasi olah TKP Jl. Kunir, Selasa (27/10/2026).

‎Wanita asal Bogor berusia 58 tahun itu meminta kasus tersebut diusut sampai tuntas dan terduga pelaku dihukum seberat-beratnya. Pasalnya, ada balita yang tidak tahu apa - apa ikut dibunuh oleh terduga pelaku.

‎ "Saya minta dihukum seberat-beratnya karena itu ada dua nyawa. Juga gak mungkin dia sendiri saya minta diusut sampai tuntas," ucapnya dengan terbata-bata.

‎Suharti menyaksikan sendiri saat tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur melakukan reka ulang dugaan pembunuhan, pembakaran disertai mutilasi terhadap anak dan cucunya itu.

‎Dalam reka ulang tersebut, penyidik menghadirkan terduga pelaku, Dwi Bagus Martono. Reka ulang dimulai saat terduga pelaku mengajak korban ke Hotel Mataram dilanjutkan menuju rumah di jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo.

‎Setelah selesai melakukan reka ulang di dua lokasi tesebut, terduga pelaku kemudian dibawa ke rumah yang ada di jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.

‎Pantauan jurnalis di lokasi, kedatangan tim penyidik membawa terduga pelaku tersebut langsung disambut teriakan ratusan warga yang sejak siang ingin menyaksikan reka ulang adegan pembunuhan yang terbilang sangat sadis tersebut.

‎Terduga pelaku kemudian dibawa keluar dari mobil dengan pengawalan ketat tim penyidik Krimum Polda Jatim dan langsung dibawa ke lokasi yang ada dikebelakang rumah tempat yang digunakan untuk membakar mayat korban.

‎Beberapa adegan pembunuhan tampak dipergakan oleh terduga pelaku, mulai dari mengangkat korban, membakar tubuh korban dan juga menggergaji tulang - tulang korban.

Saat adegan olah TKP di Jl. Kunir selesai, petugas berusaha membawa tersangka ke luar pagar rumah dan kembali masuk ke dalam mobil. 

Ratusan massa yang geram meneriaki dan berusaha mendekat ke pelaku namun berhasil dihadang petugas. Hingga akhirnya pelaku berhasil dievakuasi untuk melanjutkan adegan reka ulang berikutnya di Bengawan Madiun.

Editor : Arif Wahyu Efendi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network