Parah, Limbah Cucian Pasir Ternyata Sengaja Dibuang ke Aliran Sungai

Dodik
Lokasi ujung selokan yang mengalirkan limbah cucian pasir ke sungai yang berada di Desa Sewulan Kecamatan Dagangan, Madiun. Foto:inewsmadiun.id/ Dodik.

MADIUN,iNewsMadiun.id - Sungai di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang airnya bewarna coklat pekat ternyata akibat limbah dari cucian pasir yang lokasinya di jalan raya Madiun - Ponorogo tepatnya di Utara pabrik Tebu Pagotan.

‎Penelusuran jurnalis media ini, air berwana coklat pekat dari tempat cucian pasir itu dibuang ke sungai melalui selokan yang panjangnya kurang lebih 500 meter. Informasi yang diterima, selokan itu sengaja dibuat oleh pemilik cucian pasir dengan menyewa tanah milik warga.

‎Disekitar lokasi juga tampak limbah cucian pasir yang semula mengendap di sepanjang selokan. Limbah tersebut berwana coklat pekat menyerupai tanah. Ada sebagian yang sudah mengeras dan bisa dilewati pejalan kaki.

‎Salah satu warga yang dijumpai disekitar sungai menuturkan bahwa, limbah cucian pasir itu awalnya dibuang ke sawah penduduk sebelum akhirnya dibuatkan selokan dan dibuang langsung ke sungai tersebut.

‎ "Dulu itu dibuang ke sawah. Setelah tidak diperbolehkan oleh pemilik sawah baru dibuatkan selokan ini," ujar warga tersebut.

‎Setelah limbah cucian pasir itu dibuang ke sungai, pemilik usaha cucian pasir itu kemudian membuat sumur bor yang berada tepat dipinggir sungai. Tujuannya agar warga yang selama ini terbiasa mandi disungai bisa memanfaatkan air sumur tersebut.

‎ "Warga dulu sering mandi di sungai, setelah limbahnya dibuang ke sungai, kemudian warga dibuatkan sumur yang lokasinya disebelah utara jembatan itu," jelasnya.

‎Sementara itu, pemilik usaha cucian pasir yang ada jalan raya Ponorogo - Madiun, Ernes, menyatakan bahwa air bekas cucian pasir yang dibuang kesungai itu sudah berlangsung 10 tahun. Ketika saat musim hujan, air keruh itu juga akan hilang dengan sendirinya.

‎ "Sudah 10 tahun baik-baik saja. Musim hujan juga hilang," ujar Ernes, melalui pesan WhatsApp, Rabu (1/7/2026).

‎Menurut Ernes, selama ini ia juga tidak menutup mata. Banyak kegiatan sosial seperti pembangunan masjid, jalan dan makam yang sudah dibantu. Selain itu, air bekas cucian pasir itu juga bisa dimanfaatkan oleh petani.

‎ "Masjid sekitar, makam sekitar , jalan sekitar, dan lain lain Jika membutuhkan pasir juga saya bantu. Banyak positifnya," tutupnya.








Editor : Arif Wahyu Efendi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network