Personil KPK Masih Berada di Madiun, Tak Ciutkan Nyali Pelaku Dugaan Pungli Jutaan Rupiah di Sekolah
MADIUN,iNewsMadiun.id - Keberadaan personil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Madiun Raya yang baru saja melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun, Maidi serta masih melakukan penggeledahan di berbagai tempat, tak menyiutkan nyali pelaku pungutan liar jutaan rupiah di sektor pendidikan menjalankan aksinya.
Bedanya, kali ini berlangsung di wilayah Kabupaten Madiun.
Hal itu berdasarkan pengakuan salah satu murid kelas Xll Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur berinisial EN mengeluhkan dugaan pungutan sebesar Rp1,5 juta dengan dalih uang gedung.
Sebelum uang gedung itu dibayar, EN mengaku sering ditanya pihak sekolah. Dengan berat hati, uang yang berasal dari Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterimanya, terpaksa digunakan untuk membayar uang gedung tersebut.
"Jadi saya itu kan dapat PIP. Tapi uang PIP nya itu harus disuruh buat bayar uang gedung," ujar EN, sambil meminta agar namanya tidak disebutkan, Kamis (22/1/2026).
Menurut EN, uang PIP yang seharusnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sekolah seperti, untuk membeli buku, sepatu, tas maupun keperluan lainnya itu saat ini sudah diserahkan ke pihak sekolah.
"Aku ngambil PIP di Bank itu kan pagi setelah pembiasaan. Setelah diambil uangnya itu langsung dibayar ke tukang narikin uang gedung," jelas EN.
Saat membayar uang gedung itu, EN menyuruh temannya untuk memvidio. Hal itu untuk berjaga-jaga jika nanti orang tuanya bertanya uang PIP yang diambil tersebut digunakan untuk apa.
Jurnalis iNews.id sempat melihat rekaman video berdurasi 1,39 menit yang dimiliki EN. Dalam video tersebut terlihat EN menghitung uang dan menyerahkannya ke petugas penarik iuran di salah satu ruangan di sekolah.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pilangkenceng, Kristianita Sunaringtyas, saat dikonfirmasi iNews.id tidak membenarkan pihak sekolah memaksa muridnya untuk membayar uang gedung menggunakan PIP. "Tidak benar mas" kata Kristianita, melalui pesan WhatsApp, Kamis (22/1/2026).
Namun, Kristianita mempersilahkan jurnalis media ini datang ke SMAN 1 Pilangkenceng untuk konfirmasi lebih jauh dengan Ketua Komite SMAN 1 Pilangkenceng terkait dugaan pembayaran uang gedung tersebut.
"Kalau mau konfirmasi bisa ke sekolah saja mas. Menunggu sagetnya (bisanya) Pak Lilik sebagai Ketua Komite bersama dengan saya," jelasnya.
Sampai berita ini diturunkan, Krintianita belum menjawab kembali kapan waktu yang dijanjikan tersebut. Panggilan telpon dari media ini juga tidak ada tanggapan.
Editor : Arif Wahyu Efendi
Artikel Terkait
