Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Menjadi 134 Orang

Avirista Midaada
Korban meninggal tragedi Kanjuruhan ke-134 dibawa mobil ambulans ke rumah duka, Jumat (21/10/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).

 

Ayah korban tewas ke-134 Tragedi Kanjuruhan mengenang permintaan terakhir mendinang sang anak. (Foto: Avirista Midaada/MPI)

Arif Yuniarto, ayah korban tewas ke-134 Tragedi Kanjuruhan, mengenang percakapan terakhir antara dirinya dengan mendiang sang anak, Reivano Dwi Afriansyah. Dia menyebut siswa kelas XII jurusan desain grafis di SMKN 4 Malang itu meminta agar sepeda motornya diperbaiki. "Sepedanya nanti tak benerin (diservis), sepedanya kan matic. Nanti tak pakai ya, sepedanya mau tak pakai, nanti ini nyusul ayah belum pulang, ayah mau ke bengkel," ujar Arif menirukan percakapan terakhirnya dengan sang anak dengan Bahasa Jawa, Jumat (21/10/2022). 

 Sepeda motor itu, kata Arif, selesai diperbaiki pada Sabtu (1/10/2022) menjelang petang. Kemudian Reivano berangkat menuju Stadion Kanjuruhan untuk menonton pertandingan antara Arema FC vs Persebaya. "(Pamit atau enggak) saya tahu makanya tak tanya enggak, pulang tak tanya ibunya Vano pakai celana apa, kata ibunya kaos biru, celana krem, saya kan lihat, share, Alhamdulillah namanya ortu nggak tega," katanya. 

Semasa hidupnya, diakui Arif, Reivano merupakan anak yang manja, pendiam, tapi penurut. Saking manjanya, Reivano masih disuapi saat makan oleh ibunya hingga kelas XI SMK. "Dia itu pendiam, sama ibunya manja, kelas 2 itu kalau makan minta disuapin. Kalau enggak, nggak mau (makan), anaknya diem anaknya. Paling nongkrong di kafe tak lihat ya sudah, anaknya benar dia," ucapnya.

 

Editor : Arif Handono

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network