Jelang MPLS, Proses Pembangunan Sekolah Rakyat di Madiun Belum Rampung
MADIUN,iNewsMadiun.id - Menjelang mulai dioperasikan 31 Juli 2026 mendatang, progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Madiun, Jawa Timur baru mencapai 92 persen. Dari pantauan dilokasi, masih ada beberapa gedung yang masih tahap finishing.
"Bangunan ini sudah 92 persen. Insyaallah tanggal 31 sudah selesai," Ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menghadiri Open House di SRT yang berlokasi di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Selasa (14/7/2026).
Selain itu, Jumlah calon siswa yang mendaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi juga belum memenuhi target. Dari kuota 360 siswa, baru 203 siswa yang telah terdaftar. Untuk menambah jumlah peserta didik, SRT Kabupaten Madiun akan menerima tambahan 90 siswa dari SRT Ponorogo.
Meskipun mendapat tambahan murid dari Sekolah Rakyat Ponorogo, jumlah calon siswa tetap masih kurang dari target yang ditetapkan. Dengan kondisi itu, Hari Wuryanto tetap optimistis target operasional pada 31 Juli mendatang dapat terealisasi.
"Insyaallah tanggal 31 Juli sudah siap. Persiapannya mulai dari guru, siswa, insyaallah sudah penuh, tinggal jenjang SD. Memang karena kita masih baru, orang tua masih belum tega melepaskan putra-putrinya," jelasnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Hari itu juga menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan siswa telah disiapkan secara lengkap, mulai dari perlengkapan belajar hingga kebutuhan pribadi selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Semuanya tersedia. Fasilitas sekolah, perlengkapan belajar, baju, sepatu, semuanya lengkap," tegas Hari.
Editor : Arif Wahyu Efendi