get app
inews
Aa Text
Read Next : Limbah Cucian Pasir Cemari Sungai, Kapolres Madiun Perintahkan Satreskrim Lakukan Penyelidikan

Limbah Cucian Pasir Diduga Jadi Biang Kerok Pencemaran Air Sungai di Madiun, Aparat ke Mana?

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB
header img
Air sungai di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Madiun tampak coklat pekat diduga akibat limbah cucian pasir. Foto: inewsmadiun.id/Dodik.

MADIUN,iNewsMadiun.id - Aktivitas beberapa cucian pasir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur diduga berdampak langsung pada pencemaran lingkungan. Air sungai menjadi cokelat pekat, hingga mengakibatkan pendangkalan. 

‎Salah satu warga Kecamatan Dolopo, Yono, menyampaikan bahwa air sungai di dekat tempat tinggalnya yang keruh tersebut terjadi semenjak ada usaha cucian pasir yang ada disebelah jembatan Desa Glonggong. 

‎ "Sejak beberapa tahun lalu semenjak ada  cucian pasir itu airnya jadi keruh dan tidak ada lagi warga yang cari ikan disitu. Soalnya takut gatal dan yang pasti sudah tidak ada ikan yang bisa hidup disitu," ujar Yono, yang dikonfirmasi iNews.id, Minggu (28/6/2026).

‎Menurut Yono, Pemerintah seharusnya mengambil langkah tegas menyikapi pencemaran lingkungan tersebut.  Jika itu terus dibiarkan maka sungai akan dangkal dan berpotensi menyebabkan banjir jika musim hujan tiba.

‎ "Apa Dinas Lingkungan Hidup tidak tahu ya? Soalnya, itu sudah terjadi bertahun - tahun. Saya berharap segera ada tindakan," tambahnya.

‎Yono curiga usaha cucian pasir yang menyebabkan aliran sungai menjadi coklat pekat itu tidak mengantongi izin analisis dampak lingkungan (Amdal) dari pemerintah setempat.

‎Dari pantauan jurnalis media ini, selain di Kecamatan Dolopo, air sungai keruh berwarna coklat pekat yang diduga akibat tercemar limbah cucian pasir itu juga dijumpai di aliran sungai Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan.

‎Air sungai yang keruh diduga akibat limbah cucian pasir itu terlihat jelas dari atas jembatan penghubung wilayah Kecamatan Geger dan Kecamatan Dagangan itu. Pendangkalan dasar sungai karena endapan lumpur juga sudah mulai tampak. 

‎Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan seluruh sungai yang ada di Kabupaten Madiun akan tercemari limbah cucian pasir tersebut. Mengingat usaha cucian pasir di Madiun yang lokasinya dekat sungai jumlahnya tidak sedikit dan tersebar di beberapa wilayah.

‎Masyarakat kini menanti langkah yang akan diambil Pemerintah Kabupaten Madiun. Pasalnya, selain tercemari limbah cucian pasir, banyak sungai yang sekarang alih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Seperti yang terlihat di sungai desa Nglanduk, Kecamatan Wungu.




Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut