Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rentetan Gempa Bumi di Barat Pulau Bawean, Terasa hingga Jakarta
Advertisement . Scroll to see content

Nama Anak Terpanjang Indonesia Ada di Tuban, Akta Lahir Tak Bisa Diproses karena Kolom Tak Cukup

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 22:37 WIB
  • author Ihya Ulumuddin
Nama Anak Terpanjang Indonesia Ada di Tuban, Akta Lahir Tak Bisa Diproses karena Kolom Tak Cukup
Arif Akbar bermain dengan anak keduanya yang punya nama terpanjang di Indonesia. (Foto: SINDOnews/ashadi ik)

Tiga Tahun Tak Dapat Akta Lahir 

Nama panjang putra dari pasangan Arif Akbar dan Suci Nur Aisiyah memang menjadi viral begitu muncul di pemberitaan dan media sosial. Namun, pada akhirnya masalah pun muncul.  Sebab, akta kelahiran untuk bocah dengan panggilan Cordo tersebut tidak bisa diproses oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat. Bayangkan, hampir tiga tahun akte itu diurus, namun belum juga beres.

Alasannya, kolom isian pada form akta lahir tidak cukup.  Pihak Pemkab Pun memberi saran agar nama bocah itu disederhanakan atau diganti agar bisa masuk dalam database kependudukan. Sebab, penerbitan dokumen kependudukan telah diatur mekanismenya dalam sistem aplikasi siak, termasuk terhadap penulisan nama pada dokumen kependudukan.  Aturannya, untuk penulisan nama dalam aplikasi tersediakan maksimal sejumlah 55  karakter huruf termasuk spasi.

Jika lebih, maka otomatis nama tersebut tidak dapat dimasukkan dalam aplikasi, sehingga tidak bisa di proses penerbitan aktanya.  Namun, orang tua menolak dan bersikukuh untuk mendaftarkan nama dengan 19 kata tersebut. Alasannya sama, bahwa nama pada anak keduanya itu mengandung doa dan harapan.  Itu sebabnya, pada 17 Oktober 2021 lalu sang ayah berkirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Harapannya, presiden bisa turun tangan, memerintahkan Dispendukcapil Kabupaten Tuban mengeluarkan akta kelahiran sesuai dengan nama yang didafarkan.

Editor: Arif Handono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut