Setiap orang bisa merasakan bahwa dalam jiwanya ada dua macam bisikan: baik dan buruk. Manusia sering merasakan pertarungan antar-keduanya, seakan apa yang terlintas dalam pikirannya ketika itu sedang diajukan ke satu sidang pengadilan. Yang ini menerima dan yang itu menolak, atau yang ini berkata lakukan dan yang itu mencegah, sampai akhirnya sidang memutuskan sesuatu.
Demikian ilustrasi Syaikh Muhammad Abduh dalam menjelaskan pandangan Imam Al-Ghazali tentang kehadiran malaikat dalam diri manusia. "Yang membisikkan kebaikan adalah malaikat, sedang yang membisikkan keburukan adalah setan atau paling tidak, kata 'Abduh, penyebab adanya bisikan tersebut adalah malaikat atau setan.
Turunnya malaikat pada malam Lailatul Al-Qadar menemui orang yang mempersiapkan diri menyambutnya, kata Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Quran, menjadikan yang bersangkutan akan selalu disertai oleh malaikat. Sehingga jiwanya selalu terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan, dan dia sendiri akan selalu merasakan salam (rasa aman dan damai) yang tak terbatas sampai fajar malam Lailat Al-Qadar, tapi sampai akhir hayat menuju fajar kehidupan baru di hari kemudian kelak.
Editor : Arif Handono
Artikel Terkait