MADIUN,iNewsMadiun.id - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, menghadiri seminar nasional yang digelar bersamaan dengan pengukuhan Pengurus DPP Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) periode 2026-2031 di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun, Kamis (13/8/2026).
Pada kesempatan itu, Budiman mendorong agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sekarang sudah berjalan itu ikut menggerakkan ekonomi desa. Salah satu contohnya dengan menyerap produk petani lokal, UMKM, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurut Budiman, Hadirnya program nasional tersebut harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan. Untuk itu, Ia mengajak PAPDESI dapat memberikan jawaban dengan cara menyampaikan ke masyarakat agar bisa aktif ikut menyuplai bahan makanan untuk MBG.
"PAPDESI hadir memberikan jawaban, bahwa program Pak Prabowo ini dikerjakan masyarakat desa. La gembalanya masyarakat desa kan PAPDESI," ujar Budiman.
Budiman menilai, selama ini desa memiliki berbagai komoditas yang bisa dipasok untuk kebutuhan MBG. Namun, kemampuan masyarakat desa perlu ditingkatkan agar produk yang dihasilkan tersebut bisa memenuhi standar kualitas, jumlah, dan kontinuitas.
"Jadi bukan hanya memproduksi, tapi juga bagaimana mengelola usaha dan memenuhi standar produk. Disitulah peran PAPDESI," ujarnya.
Budiman menargetkan pengembangan klaster ekonomi dapat menjangkau 50 ribu desa pada 2027. Rantai pasok MBG diharapkan menjadi salah satu penggeraknya.
"Konsep MBG 80 persen menggunakan wilayah setempat. Kami ingin memastikan masyarakat miskin ikut dan tidak tertinggal dari kemanfaatan program nasional itu," tutupnya.
Ditempat yang sama, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan bahwa Pemkab Madiun menyambut baik apa yang disampaikan Kepala BP Taskin tersebut. Saat ini Pemkab Madiun sudah menyiapkan KDKMP untuk terhubung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memenuhi kebutuhan MBG.
"Setelah KDKMP selesai semua dan SPPG berjalan, akan kami komunikasikan agar ada integrasi sehingga rantai pasok tidak terputus," kata Hari.
Editor : Arif Wahyu Efendi
Artikel Terkait
