Terungkap! Jual Beli Pita Cukai Bekas Marak di Madiun Raya, Pengepul: Digunakan Ulang oleh Pabrik

Dodik
Seolah tidak takut petugas bea cukai, pelaku jual beli pita cukai bekas mengunggahnya di media sosial lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. Foto: Dodik

MADIUN,inews Madiun.id - Peredaran pita cukai bekas marak di wilayah Madiun Raya (eks Karesidenan Madiun), seperti Madiun dan Ngawi. Pita cukai bekas itu diharga Rp 800 hingga Rp 2400 rupiah, tergantung cukai dari merek rokok yang akan dijual.

Seolah tak takut petugas Bea Cukai, proses jual belinya tak lagi sembunyi-sembunyi. Bahkan proses jual beli pita cukai bekas itu berani ditunjukkan bebas melalui postingan di media sosial.

"Harganya sesuai postingan mas, kalau pita cukai rokok gr** seribu rupiah, kalau pita cukai rokok pe** go** harganya dua ribu empat ratus rupiah," ujar salah satu pengepul berinisial A, Jumat (3/10/2025) saat dihubungi melalui sambungan telepon.

‎Menurut A, cukai bekas yang laku terjual hanya yang tahun 2025. Pasalnya, pita cukai bekas itu akan digunakan lagi oleh PT atau pabrik rokok yang tertera pada cukai tersebut.

‎ "Sobek sedikit gak apa-apa yang penting jangan separo. Nanti di pabriknya akan pres lagi. Akan digunakan cukai rokok Gr** lagi," jelasnya A yang mengaku sering membeli cukai bekas diwilayah Ngawi.

‎Selain di Ngawi, jual beli pita cukai bekas juga marak di wilayah Kabupaten Madiun. Pita cukai bekas rokok Gr** di wilayah Kabupaten Madiun harganya Rp 800 rupiah satu lembarnya.

"Ada berapa pita cukainya? Kalau 55 lembar harganya satu lembarnya delapan ratus rupiah," ujar salah satu pengepul pita cukai bekas yang mengaku rumahnya di Kecamatan Saradan.

‎Sementara itu, Kepala bea dan cukai Madiun, P. Dwi Jogyastara saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (3/10/2025) terkait maraknya jual beli pita cukai bekas tersebut sedang tidak ada ditempat. Pesan WhatsApp dan juga panggilan telepon juga belum ada tanggapan. 




Editor : Arif Wahyu Efendi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network