Krisis Air Akibat Kemarau Panjang, 65 KK Terbantu Sumur dari Laskar Biru
MADIUN,iNewsMadiun.id - Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Madiun belum usai. Kini warga Dusun Tromulus, Desa Wungu, Kecamatan Wungu, menjadi wilayah terbaru yang terdampak.
Selama tiga bulan terakhir warga harus berjuang mendapatkan air. Sebagai solusi, Laskar Biru memberikan bantuan pengeboran sumur di area Masjid Al Huda yang akan dimanfaatkan 65 Kepala Keluarga di RT 22.
"Alhamdulillah kita dapat bantuan sumur dari Laskar Biru. Titiknya ada di Masjid Al Huda Dusun Tromulus ini," ujar Untung, 65, sesepuh dan pengurus Masjid Al Huda, Jumat (14/8/2026).
Untung menjelaskan, sumber air dari Gunung Wilis yang biasanya jadi andalan warga sudah berkurang sejak kemarau melanda. Akibatnya warga terpaksa antre membawa galon ke rumah tetangga yang sumurnya masih mengeluarkan air.
"Krisis air sudah tiga bulan. Biasanya warga antre bawa galon ke sumur warga yang airnya masih ada," jelasnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Madiun, H. Ahmad Dawami, yang akrab disapa Kaji Mbing, mengatakan pemilihan titik sumur di masjid sengaja dilakukan karena merupakan pusat kegiatan warga.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, sumur tersebut juga akan digunakan untuk keperluan pertanian.
"Kami pilih di masjid karena ini tempat berkumpul masyarakat saat ibadah. Lokasinya juga dekat makam, agar tidak terjadi lagi kesulitan air saat memandikan jenazah seperti yang sempat viral beberapa waktu lalu," kata Kaji Mbing.
Ia menambahkan, Dusun Tromulus berada di kawasan pinggir hutan dan sangat bergantung pada air dari Gunung Wilis. Karena itu daerah tersebut kerap mengalami krisis air setiap musim kemarau.
"Kami prioritaskan daerah yang benar-benar butuh. Musim kemarau ini banyak daerah di atas yang butuh air, sehingga pasokan ke Desa Wungu ikut berkurang," tandasnya.
Editor : Arif Wahyu Efendi