Terseret Kereta Api saat Akan Turun di Stasiun, Seorang Penumpang KA Sangkuriang Patah Kaki
MADIUN,iNewsMadiun.id – Insiden mengerikan terjadi di Stasiun Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Seorang penumpang, Avila Fatikhasari, mengalami kecelakaan saat hendak turun dari PLB 7044A (Sangkuriang) pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 23.36 WIB.
Korban diketahui turun ketika rangkaian kereta sudah mulai berjalan meninggalkan Stasiun Caruban. Dalam kondisi tersebut, korban mengalami kendala hingga terseret oleh kereta.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius. Bagian kaki atas mengalami patah total dan korban harus segera mendapatkan penanganan medis. Saat kejadian, korban diketahui didampingi Tukimin dan Arofah.
Informasi mengenai insiden tersebut kemudian diterima oleh Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Caruban. Jajaran KAI Daop 7 Madiun segera melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini menyisakan keprihatinan sekaligus menjadi peringatan keras mengenai pentingnya keselamatan saat naik maupun turun dari kereta api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang dialami pelanggan tersebut.
“Kami sangat prihatin atas kejadian yang dialami pelanggan kami. Perhatian dan doa kami menyertai korban serta keluarga. Semoga korban segera mendapatkan kesembuhan dan diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi ini,” ujar Tohari melalui rilis yang diterima media ini.
KAI Daop 7 Madiun mengingatkan seluruh pelanggan agar tidak memaksakan diri naik maupun turun ketika kereta sudah bergerak. Sebab, selisih beberapa detik saja bisa berubah menjadi musibah serius.
Tohari, meminta pelanggan untuk sama- sama menjaga keselamatan. Jika membutuhkan bantuan untuk segera menyampaikan kepada petugas agar dapat dibantu dengan aman.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan memaksakan diri untuk naik atau turun ketika kereta sudah bergerak. Jika membutuhkan bantuan, segera sampaikan kepada petugas agar dapat dibantu dengan aman,” tutur Tohari.
KAI Daop 7 Madiun menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan pengawasan di area stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api.
Insiden di Stasiun Caruban ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penumpang harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai satu keputusan dalam hitungan detik berujung pada cedera yang harus ditanggung seumur hidup.
Editor: Arif Wahyu Efendi