get app
inews
Aa Text
Read Next : DPRD Dorong Polres Madiun Usut Tuntas Dugaan Pungli Pembangunan Tempat Parkir di SMAN 1 Mejayan

Kadisdik Jatim Angkat Suara Dugaan Pungli Pembangunan Parkir SMAN 1 Mejayan yang Diusut Polisi

Senin, 10 Agustus 2026 | 15:59 WIB
header img
Kadindik Jatim Aris Agung Paewai. (Foto: IG dindik_jatim).

MADIUN,iNewsMadiun.id - Langkah Polres Madiun dalami dugaan pungli di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mejayan, Kabupaten Madiun, mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur.

‎Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Timur, Aris Agung Paewai, yang dikonfirmasi iNews.id mengatakan agar permasalahan yang terjadi di SMAN 1 Mejayan tersebut ditanyakan langsung ke Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah madiun.

‎Menurut Aris, Cabang Dinas wilayah Madiun merupakan kepanjangan tangan Dinas Provinsi dalam mengawasi jalannya kegiatan belajar mengajar serta pengelolaan satuan pendidikan tingkat SMA maupun SMK.

‎ "Ini menjadi tugas cabang dinas pendidikan madiun," ujar Aris, melalui pesan WhatsApp nya, Senin (10/8/2026).

‎Sementara itu, Kepala Cabang Dinas wilayah Madiun, Lena, enggan memberikan tanggapan. Sampai berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan belum ada balasan.

‎Perlu diketahui, dugaan pungli di SMAN 1 Mejayan itu mencuat setelah diunggah di media sosial oleh  salah satu orang tua murid pada bulan Desember tahun 2025 lalu.

‎Kanit Tipikor, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Madiun, Ipda Andik Hardianto, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengundang tujuh orang termasuk guru dan juga orang tua murid untuk dimintai klarifikasi dugaan pungli tersebut. 

‎ "Sudah kami klarifikasi baru beberapa orang termasuk guru," ujar Andik, Senin (3/8/2026).

‎Menurut Andik, untuk mendalami dugan pungli itu, penyidik juga akan mengundang  pihak komite sekolah. Upaya itu dilakukan untuk menentukan apakah dugan pungli tersebut bisa dinaikan ke tahap penyelidikan dan penyidikan.

‎ "Ini akan kita dalami dulu. Untuk perkembangannya nanti kita sampaikan lagi," tutup Ipda Andik.

‎Selain dugaan pungutan untuk pembangunan tempat parkir, muncul keluhan baru dari orang tua murid SMAN 1 Mejayan terkait  iuran yang akan digunakan untuk hari ulang tahun sekolah. Besaran iuran itu sebesar Rp 300 ribu per siswa.

‎Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, pihak sekolah menetapkan iuran untuk penyelenggaraan ulang tahun sekolah itu sebesar Rp 300 ribu per siswa itu tanpa melalui pembahasan lebih dulu.

‎ "Total iurannya itu Rp 300 ribu. Saat pemberitahuan kemarin anak-anak langsung disuruh bayar Rp 50 ribu untuk DP," ujar orang tua murid yang anaknya duduk di bangku kelas 11 saat ditemui di rumahnya, Kamis (23/7/2026).



Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut