get app
inews
Aa Text
Read Next : Buah Busuk Ditemukan pada Menu MBG Siswa SMP Negeri 1 Nglames, SPPG Tanggung Jawab?

Alarm Serius Standar Higiene MBG di Madiun, BGN Hentikan Operasional SPPG Mejayan

Rabu, 04 Maret 2026 | 17:29 WIB
header img
SPPG Mejayan tampak tutup setelah masuk salah satu dari 17 unit dapur SPPG di Jatim yang terdaftar moratorium. Foto: Dodik

MADIUN,iNewsMadiun.id Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mejayan, Kabupaten Madiun, Rabu (4/3/2026). 

‎Kebijakan itu menjadi alarm keras terkait penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, dr. Ali Murtadlo, menegaskan bahwa pihaknya  langsung turun ke lokasi melakukan inspeksi. 

‎Evaluasi itu difokuskan pada penerapan standar operasional prosedur (SOP), sanitasi lingkungan, hingga pengawasan proses pengolahan makanan.

‎“Peran kami pembinaan. Kalau ada kekurangan, kami beri masukan dan solusi. Tujuannya supaya ke depan berjalan lebih baik dan sesuai standar,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

‎Ia mengingatkan bahwa, MBG bukan sekadar distribusi makanan. Ada standar ketat yang wajib dipenuhi, mulai dari penunjukan penanggung jawab produksi, pengawasan bahan baku, hingga proses penyajian.

‎“Jangan sampai hanya formalitas. Titik kritisnya ada pada higienitas dan sanitasi. Itu tidak bisa ditawar,” tegasnya.

‎Perlu diketahui, SPPG Mejayan merupakan salah satu dari 17 unit dapur di Jawa Timur yang masuk daftar moratorium. Dapur tersebut selama ini menyuplai makanan bagi siswa sekolah dasar dan menengah di wilayah Kabupaten Madiun.

‎BGN sendiri belum merinci hingga kapan moratorium 17 SPPG tersebut akan diberlakukan. Namun evaluasi ini disebut sebagai momentum pembenahan menyeluruh agar distribusi makanan bergizi bagi siswa tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga aman dan bermutu.

‎Penghentian sementara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa program strategis nasional menuntut disiplin tinggi di lapangan. Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar program, melainkan kesehatan ribuan siswa penerima manfaat.

Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut