get app
inews
Aa Text
Read Next : PPPK Paruh Waktu di Pemkab Madiun Mengundurkan Diri, Pilih Jadi Pengasuh Sekolah Rakyat

Warga Madiun Keluhkan Jalan Becek Akibat Dilewati Truk Muat Tanah Uruk Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:01 WIB
header img
Jalan Ksatrian Kelurahan Nglames, Madiun tampak becek dan terdapat banyak sisa material tanah uruk yang tercecer sehingga membahayakan pengendara bermotor khususnya roda dua. Foto: Dodik/iNewsMadiun.id

MADIUN,iNewsMadiun.id - Pengendara jalan mengeluhkan material tanah uruk untuk pembangunan Sekolah Rakyat  yang tercecer disepanjang jalan Kesatrian, Kelurahan Nglames, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

‎Pasalnya, tanah uruk yang tercecer itu setelah terkena air hujan membuat jalanan menjadi becek dan licin. Sehingga, sepeda motor maupun mobil yang melintas menjadi kotor dibagian roda dan bodinya.

‎Arsinta, salah satu pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalan tersebut akhir-akhir ini mengeluh saat melintasi jalan tersebut. Setiap pulang jemput anaknya sekolah, ia terpaksa harus mencuci sepeda motornya.

‎ "jalannya sekarang licin dan becek banget. Lihat ini sepeda motor saya sampai seperti ini kondisinya," keluh Arsinta, Selasa (24/2/2026)

‎Arsinta juga menyampaikan bahwa saat melintas di dekat proyek Sekolah Rakyat itu harus ekstra hati-hati. Selain licin, ia takut sepatu anaknya yang akan digunakan untuk sekolah itu ikut kotor terkena tanah yang becek tersebut. 

‎Pantauan iNews.id di lapangan, tanah uruk itu tercecer karena truk-truk yang pengangkut material untuk proyek Sekolah Rakyat itu muatannya melebihi bak truk. Selain itu, roda kendaraan yang tidak dibersihkan sebelum keluar proyek, juga menjadi faktor jalan tersebut becek dan berlumpur.

‎Warga berharap pihak pelaksana proyek tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan pengguna jalan. Mereka meminta adanya langkah antisipatif, seperti pembersihan rutin jalan.

‎Perlu diketahui, proyek Sekolah Rakyat tersebut digadang-gadang menjadi fasilitas pendidikan baru yang diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Madiun. Namun demikian, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek dinilai perlu diperketat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut