Sementara terkait keadaan di dalam Gunung Tugel sendiri, ia menjelaskan jika bangunan tempat pelatihan transmigrasi itu sudah tidak lagi digunakan semenjak tahun 1995 hingga sekarang. Meski demikian, ia pun tidak menampik jika suasana mistis begitu terasa ketika malam hari.
Dia menjelaskan meski bangunan yang terbengkalai di dalam lingkungan Gunung Tugel terbengkalai. Namun tak ada kegiatan ritual ataupun tempat tinggal dukun seperti beberapa informasi yang beredar hingga saat ini.
"Disebut-sebut digunakan sebagai tempat ritual tidak ada sebenarnya, secara riilnya tidak ada. Itu hanya rumah percontohan untuk calon transmigran nantinya, untuk mengelola lahan di luar pulau sana, jadi aman aman saja," ujarnya.
Editor : Arif Handono
Artikel Terkait