Usai Dibunuh, Ibu dan Balitanya Dicacah dan Dibakar, Polisi Segera Reka Ulang
MADIUN,iNewsMadiun.id - Polisi telah menangkap terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, Jawa Timur. Terduga pelaku, Dwi Bagus Martono, merupakan suami siri Dini.
Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama menyatakan bahwa saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya juga belum membeberkan kronologi lengkap maupun motif dugaan pembunuhan.
Kasus tersebut kini ditangani dan didalami oleh tim Jatanras Polda Jawa Timur.
"Masih pendalaman, Mas. Baru tertangkap terduganya," kata Rizki.
Dini diketahui merupakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Sementara itu, Bagus tercatat sebagai warga Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Adik Dini, Khanza, mengatakan kakaknya dan Bagus telah menjalin hubungan sejak 2023 dan berstatus sebagai suami istri siri. Karena sejak 20 September 2026 korban tidak bisa dihubungi, keluarga kemudian melapor ke polres Madiun kota pada 5 Oktober 2026.
"Statusnya suami (siri), sudah kenal sejak tahun 2023," kata Khanza
Dari Informasi yang dihimpun jurnalis iNews.id, peristiwa itu bermula di Hotel Mataram Baru, Jalan dr Soetomo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Minggu (20/9/2026).

Saat itu, Bagus, Dini, dan AGF disebut berada di dalam kamar hotel. Diduga terjadi cekcok antara Bagus dan Dini.
Bagus diduga mencekik Dini hingga meninggal dunia. Setelah itu, dia disebut membawa jasad Dini menggunakan kantong tidur (sleeping bag) dan mengajak AGF keluar dari hotel.
Setelah meninggalkan hotel, Bagus diduga membawa AGF ke rumahnya di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun
Di rumah tersebut, AGF yang masih berusia 4 tahun diduga turut menjadi korban pembunuhan. Balita tersebut informasinya dieksekusi pelaku di dalam mobil Karimun milik pelaku yang kini juga telah dipasangi garis polisi.
Informasi di lapangan menyebutkan, Bagus kemudian membeli gergaji dan memesan mesin pencacah sampah dari Kabupaten Gresik.
Sembari menunggu kedatangan mesin, Bagus disebut menyiapkan tungku pembakaran di sebuah rumah di kawasan Jalan Kunir, Kota Madiun.
Setelah alat dan tempat disiapkan, kedua korban diduga dimutilasi dan dibakar. Sisa jasad mereka kemudian dibuang ke aliran Sungai Bengawan Madiun.
Hari ini, penyidik Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Madiun Kota dikabarkan akan melakukan reka ulang adegan di beberapa tempat yang diduga dijadikan tempat pembunuhan tersebut.
Warga sekitar jalan Doho Kota Madiun mengaku kaget dengan peristiwa tragis yang menyayat hati tersebut. "Kejam Mas, kami tidak mengira ada orang sebiadab dan sekejam itu. Dan kok ya ndelalah tetangga kami pelakunya. Semoga korban mendapat keadilan dan pelaku kayak dihukum berat," ucap RDH, warga setempat.
Editor: Arif Wahyu Efendi