Aksi Warga Ngawi Rekam Jalan Desa Rusak Viral, Camat Kwadungan: Tidak Wajar
NGAWI,iNewsMadiun.id - Aksi seorang warga di Kabupaten Ngawi merekam jalan desa yang rusak sehingga terlihat besinya menjadi perbincangan ditengah masyarakat. Dalam Vidio berdurasi 1.45 detik yang diterima media ini, lokasi jalan tersebut terlihat berada diarea persawahan.
Dengan nada mengejek, warga yang ada di vidio mengatakan bahwa besi yang kelihatan itu karena material yang digunakan untuk cor jalan tersebut dimakan "tikus". Sehingga, besi yang semestinya tertutup cor jadi terlihat dan berpotensi mengganggu penggunaan jalan.
"Selamat siang lor, saya Spil kan jalan akses ke sawah. Iki lor kawate iso ketok Ki opo materiale di dahar tikus - tikus rakus (Selamat siang saudara, saya Spil kan jalan akses ke sawah. Besinya bisa kelihatan apa materialnya dimakan tikus-tikus rakus-red)," ujar seorang laki-laki di rekaman vidio tersebut.
Dalam rekaman vidio itu, tampak watermark yang menunjukan waktu dan lokasi vidio diambil tanggal 2 Februari 2026, pukul 10.20 WIB. Lokasinya di Desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Menanggapi vidio tersebut, Camat Kwadungan, Didik Hartanto saat dikonfirmasi di kantornya menyatakan bahwa pihaknya akan turun kelokasi untuk melihat rabat jalan yang ada di rekaman vidio tersebut.
"Ya nanti kita cek ajalah. Nanti kita cek dilapangan kondisinya seperti apa sekalian kita melihat itu pembangunan tahun berapa," ujar Didik, Rabu (4/2/2025).
Didik menyebut, selama ini pihak kecamatan sudah melaksanakan fungsinya dalam hal pengawasan setiap kegiatan di desa. Salah satu contohnya melakukan monitoring saat pelaksanan pembangunan infrastruktur di desa.
"Yang jelas setiap kali semester kita melakukan monitoring pembangunan infrastruktur maupun pembangunan yang lain yang ada di desa. Satu tahun itu kita 2 kali. Disitu kita juga melibatkan pendamping desa," jelas Didik.
Menurut Didik, kerusakan jalan yang ada di vidio itu tidak wajar. Pasalnya, sesuai prasasti yang ditunjukan, jalan yang kondisinya sudah rusak dan besinya terlihat itu baru dikerjakan 4 tahun lalu.
"Kalau dari usia pembangunan memang tidak wajar. Kita akan cek kelokasi seperti apa nanti konfirmasi lebih lanjut akan saya sampaikan," tutup Didik.
Editor : Arif Wahyu Efendi