get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Madiun Tetapkan Gaji PPPK Paruh Waktu, Ada yang Rp 500.000 per Bulan

Tolak Parluh 2026, Ratusan Pesilat PSHT Unjuk Rasa di Kota Madiun

Senin, 02 Februari 2026 | 15:03 WIB
header img
Ratusan Pesilat PSHT saat berunjuk rasa di Alun-Alun Kota Madiun menolak parluh 2026, Senin (2/2/2026). Foto: Awe

MADIUN,iNewsMadiun.id - Ratusan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi unjuk rasa di alun-alun Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (2/2/2026). Para pesilat yang mayoritas berasal dari luar kota Madiun itu menolak acara Parapatan Luhur (Parluh) 2026 yang akan di selenggarakan oleh PSHT kubu pimpinan Moerdjoko pada tanggal 6 hingga 8 Februari mendatang.

Alasan penolakan itu disampaikan oleh para orator yang menyatakan bahwa pimpinan sah ketua PSHT secara hukum adalah M. Taufiq. Sedangkan kubu Moerdjoko dinilai hanya mengaku ngaku sebagai ketua PSHT. 

Para pengunjung rasa melakukan orasi dan yel - yel meminta polisi tidak memberikan izin acara Parluh yang akan digelar tanggal 6 hingga 8 Februari 2026 tersebut.

"Semua harus ikuti aturan hukum yang berlaku. Keputusan pemerintah harus kita hormati. Pimpinan PSHT hanya satu pak Taufiq. Kita m8nta Polisi untuk tidak berikan izin acara Parluh yang santer beredar nanti tanggal 6 hingha 8 Februari 2026," seru salah seorang demonstran saat berorasi.

Ratusan pesilat akan tetap menggelar aksi kembali untuk memastikan Polisi tidak memberikan izin acara Parluh. " Kita akan duduk terus Alun-alun untuk memastikan tidak ada acara Parluh yang akan digelar Moerdjoko yang mengaku ketua PSHT," ujar orator lain bergantian.

Menurut koordinator aksi yang juga Kuasa Hukum PSHT Kepemimpinan M.Taufiq, Welly Dany Permana, pimpinan sah perguruan silat PSHT berdasarkan putusan sah pengadilan adalah M.Taufik.

"Berdasarkan pertimbangan berbagai putusan pengadilan yang mengakui keabsahan kepengurusan Ketua Umum PSHT Dr IR Muhammad Taufiq, SH, M.Sc.  Maka Keluar lah Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia, Nomor AHU-0005248.AH.01.07.Tahun 2025. Tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate," tegas Welly dengan nada tinggi.

Untuk menjaga unjuk rasa ini, Kepolisian Resort Madiun Kota mengerahkan 700 personil gabungan, terdiri dari Polri - TNI dan instansi terkait lain.

"Ada 700 personil kita kerahkan dalam aksi unjuk rasa hari ini. Untuk peserta aksi mayoritas dari masyarakat (pesilat) luar kota Madiun," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/2/2026).

Editor : Arif Wahyu Efendi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut