Senyum Ceria Petani Madiun, Gabahnya Diborong Bulog Tanpa Syarat

MADIUN,iNewsMadiun.id - Partin, petani asal Desa Nglambangan Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ini nampak bahagia. Betapa tidak, gabah hasil panen sawahnya yang baru saja dikeringkan dihalaman depan rumah langsung dibeli Bulog.
Harganya pun tak main-main, mencapai Rp 6500 per kilogram. Harga itu sesuai dengan ketetapan pemerintah untuk Gabah Kering Panen di tingkat petani.
"Mboten perlu repot-repot sak niki nyade teng bakul, pun benten kalian rumiyen. Niki ditumbas Bulog nem setengah, tiang e mriki kalian pak babin, penyuluh. Menawi bakul regine namung nem kalih (tidak perlu repot-repot sekarang menjual gabah ke pedagang, sudah beda dengan dahulu. Sekarang dibeli Bulog enam ribu limaratus. Orangnya ke sini sama Babinsa dan penyuluh pertanian. Kalau pedagang/ tengkulak harga belinya hanya enam ribu duaratus)," cerita wanita berusia 54 tahun itu sambil tersenyum penuh kebahagiaan, Selasa (25/03/2025).
Proses penimbangan dan penghitungan juga dilakukan secara terbuka. Sebagai petani, Partin membawa catatan sendiri terhadap jumlah gabahnya yang ditimbang. Begitu juga dengan tim dari Bulog juga mencatat setiap gabah milik petani yang akan dibeli. Keduanya lalu mencocokkan jumlah timbangan saat akan transaksi.
"Niki jumlah e 1.837 nggih nak, dados artone dipingne 6.500. Sedoyo 11.940.500. Alhamdulilah kagem tambah Riyoyo (Ini jumlahnya 1.837 kilogram ya Nak. Jadi uangnya dikalikan 6.500. Semuanya 11.940.500. Alhamdulillah untuk tambah kebutuhan lebaran)," Ucap Partin kepada petugas Bulog yang kemudian langsung membayar tunai.
Pimpinan Kantor Cabang Bulog Madiun, Harisun mengatakan saat ini pihaknya mengerahkan tim jemput gabah ke berbagai lokasi panen yang ada di wilayahnya.
Dalam melaksanakan tugasnya, tim jemput gabah didukung oleh Babinsa dan penyuluh pertanian yang ada di desa-desa.
Tujuannya tidak lain untuk memaksimalkan serapan gabah yang diamanatkan pemerintah kepada Bulog, khususnya wilayah Madiun.
"Tim jemput gabah kita, bersama Babinsa dan penyuluh pertanian datangi lokasi panen petani. Kita cek gabahnya, Gabah kering panen, lalu kita beli. Apapun kondisinya. Seperti yang di Nglambangan ini, habis terendam banjir beberapa waktu lalu, sudah dijemur oleh petani pemiliknya. Tetap kita beli dengan harga yang ditetapkan pemerintah," ungkap Harisun sambil menyaksikan transaksi tim jemput gabah dengan petani.
Harisun mengaku bangga karena Bulog Cabang Madiun masuk tiga besar dalam penyerapan gabah petani se-Jawa Timur, setelah Kediri dan Bojonegoro.
"Hingga hari ini realisasi serapan gabah kita mencapai 11.215 ton atau sekitar 59 persen dari target 18.909 ton. Alhamdulillah urutan ke-3 di Jawa Timur, Setelah Kediri dan Bojonegoro. Dari angka itu uang yang sudah dibelanjakan tinggal kalikan saja, sekitar Rp 72,9 miliar," jelas pejabat asal Banyuwangi itu dengan ramah.
Meski demikian, Harisun menambahkan serapan gabah dilapangan oleh Bulog bukannya tanpa kendala. Ada banyak hal terjadi yang tidak semua harus diceritakan, tapi dicari solusinya untuk masa depan ketahanan pangan negeri ini.
"Kendala sih ada. Kita cari solusinya bersama, semoga ini menjadi memontum serapan gabah sesuai target, petani senang karena harga layak dan membuat mereka semangat bertani, sehingga ke depan ketahanan pangan negeri ini tetap terjaga. Semangatnya tetap untuk Indonesia," tegas Harisun sambil mengepalkan tangan penuh keyakinan.
Editor : Arif Wahyu Efendi