MADIUN,iNewsMasiun.id - Diduga depresi, Sugeng Hariyadi (36), warga Desa Bancong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Madiun meninggal dunia dengan cara menabrakkan diri Kereta Api (KA) Jayakarta.
Peristiwa tragis itu terjadi di perlintasan kereta api yang ada di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (12/2/2026) Sore.
Dari rekaman cctv yang diterima media ini, sebelum kejadian, korban terlihat berdiri diantara perlintasan rel. Mengetahui ada KA Jayakarta yang melaju dari arah timur, korban kemudian berdiri tepat diatas rel dan peristiwa nahas itu pun tak dapat dihindari.
Andi, salah satu warga yang berada tak jauh dari lokasi menuturkan bahwa saat itu ia melihat korban berdiri cukup dekat dengan rel saat kereta terdengar akan melintas.
“Tadi sekitar jam 15.50-an kami sudah dengar suara kereta dari arah Caruban. Tapi korban justru terlihat masih berada di sekitar rel,” ujar Andi.
Sebelum kejadian, warga sempat berteriak agar korban segera menjauh dari atas rel. Namun korban tidak menunjukkan upaya untuk menyingkir meski kereta sudah semakin dekat.
“Dalam hitungan detik, kereta sudah sangat dekat dan akhirnya tertabrak. Kejadiannya sangat cepat, kami tidak sempat melakukan apa-apa,” lanjutnya dengan nada prihatin.
Sementara itu, Kapolsek Wonoasri AKP Eka Supriyadi membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan dari warga, anggotanya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Kapolsek, proses evakuasi berlangsung hampir tiga jam. Petugas kepolisian bersama tim medis dan relawan melakukan penyisiran di sepanjang rel sebelum akhirnya jenazah korban dibawa ke rumah sakit.
“Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Untuk motif masih dalam proses penyelidikan,” ujar AKP Eka saat dikonfirmasi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV, guna memastikan latar belakang kejadian tersebut. Korban diduga depresi karena ditinggal kedua orang tuanya meninggal dunia.
Notice: Disclamer, Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.
Editor : Arif Wahyu Efendi
Artikel Terkait
